Skip to main content

Tips Mempersiapkan Travelling Dadakan

"Bun, ke Bromo yuk", ajak suami beberapa hari setelah lebaran.

Reaksi saya, pertama senang, karena ini adalah pertama kali kami sekeluarga, utamanya saya dan anak-anak ke Bromo. Kedua, langsung mikir, segala persiapan yang harus segera tersedia, secara dadakan travelling kan ini?

Yes, suami saya, tipe yang suka sekali mengajak liburan secara dadakan. Bisa 2-3 hari sebelumnya, ada ide, langsung ngajak. Di satu sisi, memang seru, tapi di sisi lain kadang bikin ribet. Lah kalau ribet, kenapa gak ditolak aja?

Duh, saya ini penganut aliran yang percaya, namanya tawaran selama itu baik dan positif, sebaiknya disambut dengan positif juga. Belum tentu juga di lain waktu ada kesempatan yang sama seperti sekarang. Ini mumpung anak-anak masih liburan sekolah, suami juga belum masuk kerja, sepertinya travelling dadakan ke Bromo termasuk ide bagus.

Pernah suatu ketika, suami dadakan ngajak ke Bogor. Itu ngajaknya malam hari loh, paginya langsung berangkat. Anak-anak sih hepi banget, saya pun langsung dadakan nyiapin segala macam, apalagi ternyata di tempat tujuan wisata tersebut ada tempat berenangnya. Otomatis harus nyiapin keperluan berenang kan? Anak-anak mana bisa nahan gak nyemplung ke kolam renang kalau liat kolam renang.

Menikah belasan tahun, dengan karakter suami yang suka mendadak ajak kesana dan kemari, otomatis membuat saya makin terlatih mempersiapkan travelling secara spontan. Awal-awal pernikahan, ya sempat syokkk saya, secara saya ini tipe orang yang apa-apa suka pakai rencana. Meski ya kalau kebanyakn rencana, jadinya malah gak jalan-jalan, wkwkwk.

Lalu, apa sih yang sebaiknya kita persiapkan, ketika memutuskan travelling secara mendadak, terutama ketika membawa anak-anak?

Segera Cari Tahu Informasi Tempat Tujuan Travelling Kita

Seperti misalnya, begitu suami ajak ke Bromo, saya langsung search hashtag di instagram yang berkaitan dengan Bromo. Saya klik recent, supaya dapet info terupdate seputar orang-orang yang sudah singgah di tempat tersebut.

Saya juga tanya ke suami, kita mau menginap dimana. Ternyata menginapnya di Hotel Cemara Indah, lalu saya pun langsung searching tentang hotel tersebut, dan mencari info sebanyak mungkin tentang kondisi hotel. Sedetail mungkin karena membawa anak-anak, dan mengkondisikan anak-anak supaya bisa lebih nyaman ketika berlibur.

Saya pun juga teringat, ada seorang sahabat yang pernah liburan ke Bromo sekeluarga. Saya tanyakan kondisi suhu disana, apa yang perlu disiapkan, dan sebagainya.

Outfit Yang Tepat

Ketika dadakan mau berenang ke Bogor, dadakan wisata ke Bromo, ataupun travelling dadakan lainnya ala keluarga kami, tentu saya sebagai Ibunya anak-anak, setelah tau kondisi di tempat wisata. yang dituju, maka berikutnya adalah menentukan outfit atau pakaian yang dikenakan. Jangan sampai salah bawa!

Misal, ketika kami ke Tawangmangu, dan mengingat ini adalah wisata semi outbound, naik turun ribuan tangga, maka saya menyiapkan sepatu sneakers buat saya, suami dan anak-anak.

Begitu pula ketika ke Bromo, langsung sewa jaket ke tempat persewaan anak-anak gunung. Kalau beli jaket-jaket tebal yang buat naik gunung itu, wow harganya lumayan bok! Saya cuma beli buat Sasha, karena memang tidak menemukan ukurannya di tempat persewaan. Jaket untuk Sasha ini harganya di kisaran 100ribuan dari harga normal diatas 200ribuan. Lumayan, pas diskon :D

Nah, ini Ical pakai jaket yang disewa, agak kegedean tapi gak papa lah ya, kalau beli harganya lumayan eui!

Bekal 

Namanya bawa anak-anak, selama di perjalanan pasti pengen ngemil ini dan itu. Otomatis kita juga sebaiknya menyiapkan segala sesuatunya. Bisa sih jajan, tapi saya biasanya mengkombinasikan antara jajan & bawa bekal yang sudah dibikin sendiri di rumah. Yang sederhana aja, seperti sandwich,  jagung rebus, roti isi sosis, dan lain-lain. Intinya yang praktis aja, supaya di perjalanan juga lebih nyaman.

Obat-Obatan

Ini pun jangan sampai kita lupa. Obat-obatan yang simple seperti tolak angin, antimo, minyak angin, obat penurun demam, dll. Misal diperlukan bawa obat-obatan khusus yang biasa diminum anak-anak, juga pastikan dibawa. Karena lebih baik kita bersiap-siap, daripada gedubrak-gedubruk di tempat menginap. Pengalaman, kadang susah juga mencari tempat beli obat ketika tempat penginapan kita jauh dari mana-mana.

Power Bank

Ini pastinya jangan sampai ketinggalan. Kita gak pernah tau, kondisi tempat penginapan itu seperti apa. Kadang perjalanan juga bisa molor beberapa jam. Nah power bank ini salah satu yang cukup penting, karena percaya deh ketika kita bepergian jauh membawa anak-anak, selain bekal Doa yang kenceng, ikhtiar berupa mempertahankan handphone dalam kondisi ON, ini juga bikin kita lebih nyaman menikmati perjalanan, minimal kita bisa pakai hp untuk telpon ketika ada hal urgent terjadi, misal mobil mogok, ban bocor, dll, kita bisa cari bantuan lebih cepat ketika memang berada di jalanan yang jarang dilalui kendaraan lainnya.

Travelling secara dadakan, sebenarnya sah-sah saja, asal kita juga bisa dengan cepat mempersiapkan kebutuhan apa saja selama perjalanan dan setelah sampai ke lokasi yang kita tuju. So, mau pergi kemana nih gaes dalam waktu dekat ini? Udah punya rencana travelling atau pengen yang serba dadakan aja nih?

Comments

  1. waaah jalan-jalan dadakan paing seru dan sedap-sedap gimana gitu bun hehe...
    Bromo masih dingin kah sudah mulai panas sekarang?? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih duinginnnnn pake banget, selama di penginapan gak berani mandi pagi-pagiii, wkwkwk

      Delete
  2. satu lagi..tongsis..biar bisa puasin poto-poto selfi

    ReplyDelete
  3. Wah suka saya dengan tips tipsnya. Jujur paling repot saya kalau bepergian ga bawa powerbank. Karena "nyawa" ada di powerbank utk pesan ojek online. Hehehe. Jadi bener banget itu mba tipsnya kalau mau bepergian jgn lupa bawa power bank. Makasih ya udah diingatkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa dan sedihnya pas lupa ngecharge power bank sebelum dibawa, hehe

      Delete
  4. Wah beruntung banget punya suami yang sering mengajak traveling dadakan mba. Thank's sharingnya jadi tahu apa saja yang mesti dibawa saat traveling baik dadakan atauoun tidak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaaa, Alhamdulillah, makasih sudah berkunjung

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton. Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut: 1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan 2. Piknik atau Jalan-Jalan 3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya. 

Wisata Kuliner Soto Bangkong, Soto Legendaris Kota Semarang

Punya kesempatan mengunjungi Semarang lagi setelah sekian lama, tentu saja saya gak pengen melewatkan begitu aja untuk berwisata kuliner di kota yang terkenal dengan tahu petis dan lunpianya itu. Tapi tahukah, kalau ternyata Semarang ini juga terkenal dengan wisata kuliner sotonya? Tinggal di kota Semarang selama kurang lebih 5 tahun, Almarhum Bapak saya sering mengajak kami sekeluarga berwisata kuliner, yang paling sering yaaa soto! Jadilah ketika sampai Semarang, berbekal google maps serta melewati jalanan yang membangkitkan memori masa kecil. Pencarian Soto Ijo Dokter Cipto Awalnya, saya mengajak suami untuk mencari lokasi Soto Ijo yang ada di jalan Dokter Cipto Semarang. Berusaha patuh dengan google maps, tapi ternyata gak ketemu, meski sempat muter sampai 2x putaran. Duh, padahal Soto Ijo ini termasuk yang legendaris, dan semacam saya masih ingat benar gimana tastenya yang super enak dan nagih! Oke lah, karena kami sekeluarga udah kelaperan, jam pun sudah makin beranjak ...

WIsata Kuliner Halal di Jalan Suryakencana Bogor

Setiba di Bogor akhir bulan November lalu, saat pergi hanya berdua dengan suami , maka sesampai stasiun lanjut jalan kaki ke Onih hotel tempat kami menginap . Istirahat dan sholat Ashar sebentar, lalu mulai hunting kuliner Bogor. Mmm kemana ya? pintu gerbang jalan suryakencana bogor Setelah searching, maka kami pun menuju kawasan Pecinan yaitu di jalan Suryakencana . Tentu di kawasan Pecinan ini menawarkan aneka kuliner baik halal maupun tidak halal. Bahkan beberapa tempat makan, memberi informasi di pintu masuk, bahwa tempatnya tersebut hanya menjual makanan halal. Meski sudah makan siang di rumah, saat perjalanan dari Jakarta ke Bogor, rupanya meski belum tiba waktunya jam makan malam, saya dan suami sudah kelaperan aja nih. Mungkin faktor jalan kaki dari stasiun ke hotel, terus dari hotel ke jalan Suryakencana . Ya kira-kira 2-3 kilometer. Nah gimana mau kurus, kalori baru aja terbakar maksimal, udah mau diisi lagi :P Ya, tapi kan baru liburan nih, masa gak menikmati mak...