Skip to main content

Review Hotel Bogor Dibawah 1 Juta, Mana Yang Paling Recommended Untuk Keluarga?

Sekitar akhir bulan november 2018, saya dan suami tanpa terencana pergi ke Bogor. Yes, kali ini tanpa anak-anak. You can call it as second honeymoon. Setelah bertahun-tahun melakukan travelling selalu paket komplit, yaitu saya, suami, Ical dan Sasha, kepergian kami berdua ke Bogor ini rupanya menjadi perjalanan yang menghasilkan ide untuk liburan akhir tahun sekeluarga.

Sebagai pasangan suami istri, ya memang kadang perlu sesekali liburan berdua, menikmati suasana berdua. Tapi tetep, lebih seru itu ketika perginya bersama duo bocah yang makin hari makin kritis. Menggunakan moda transportasi yang sama, yaitu Kereta Commuter Line Jabodetabek, yang sebelumnya saya dan suami juga pakai saat ke Bogor berdua, maka saat pergi berempat pun kami berkereta ria menuju Bogor.

Berangkat dari stasiun Klender Baru, transit sebentar di stasiun Manggarai, lalu kami berempat sedikit berlari-larian ketika kereta menuju Bogor menunjukkan sinyal segera berangkat.

Liburan dengan konsep Backpackeran, dimana saya, suami, dan anak-anak, kami semua memakai ransel untuk membawa bawaan masing-masing. Kecuali Sasha yang hanya membawa beberapa cemilan, dan baju masuk di tas ransel Ayahnya.

Saat pergi berdua bersama suami, kami menginap di Onih Hotel Bogor, tapi karena melihat kamar kurang luas, maka saat bersama anak-anak kami memilih hotel di seberangnya, yaitu Sahira Hotel. Bahkan secara mengejutkan di hari kedua, suami mengajak kami pindah ke Hotel Salak untuk menginap semalam lagi.

Nah dengan 3x pengalaman menginap di 3 hotel berbeda di Bogor ini, berikut review dan pengalaman yang saya alami:


Hotel Onih

Kelebihan: 
Breakfastnya juaraaaaa! Enak banget makanannya, dan beragam variannya. Kolam renang gak sempet nyobain sih, karena biasanya anak-anak yang nyerbu kolam renang. Berhubung pergi hanya berdua, jadi tidak memakai fasilitas ini. Pemandangan saat breakfast juga keren banget, kita bisa menatap area pegunungan yang indah. Didukung makanan yang super enak, jadilah bikin pengen nyicip semua makanan yang ada.

Pemandangan dari balkon tempat breakfast Hotel Onih Bogor


Kekurangan:
Tidak ada tv kabel, atau ada saya juga gak terlalu ngerti, tapi yang jelas selama menginap semalam, hanya bisa nonton stasiun tv lokal.


Hotel Sahira

Kelebihan: 
Lebih bernuansa kekeluargaan dan dengan mengusung Hotel Syariah, tentunya membuat menginap bersama anak-anak lebih nyaman. Kolam renang juga lumayan oke serta dekat dengan restoran



Kekurangan:
Air panasnya cepat banget panasnya, malah terlalu panas. Mungkin hanya terjadi di kamar kami. Tapi  so far masih bisa diakalin sih. Nah, yang agak susah diakalin itu letak televisi yang cukup jauh dari kasur. Bikin kurang nyaman saja saat nonton tv. Mmm, tapi ya namanya jalan-jalan wisata, mau nonton tivi atau mau piknik? :P

Hotel Salak

Kelebihan:
Konsep hotelnya lebih kekinian, kolam renang asyik banget buat anak-anak dan keluarga. Ada banyak lukisan cantik yang mengelilingi beberapa ruangan. Ada ruangan khusus untuk anak, bisa bermain dan nonton film anak seperti film-film disney. Dari segi kamar juga lumayan bagus, rapi dan apik. Begitu pula dengan kamar mandinya, terjaga bersih dan nyaman. Bahkan ketika masuk kamar, handuk ditata sedemikian rupa hingga cantik dan menarik.

Hiasan Cantik Di Kamar Hotel Salak Bogor



Kekurangan:
Makanannya masih so-so ajaaa ya, kurang nendang. Bahkan udah dingin, padahal kami sekeluarga datang lumayan awal, tapi banyak makanan yang sudah dingin. Rasa juga biasa aja. Jadilah anak-anak memilih makan coco crunch + susu, buah dan beberapa roti serta kue.

Lalu mana hotel  di Bogoryang paling recommended dengan budget dibawah 1 jutaan dari 3 hotel yang saya ungkapkan kelebihan dan kekurangannya?

Kalau ingin mendapatkan suasananya yang kekeluargaan banget, penuh dengan fasilitas, dan ramah anak, maka Hotel Salak pilihannya. Sementara kalau ingin menikmati makanan yang enak, bisa memilih Hotel Onih. Kalau Sahira Hotel? Ada di tengah-tengah sih menurut saya, cukup nyaman tapi bukan yang TER-oke.

Nah gimana, kalau teman-teman pilih suasana hotelnya? Makanannya? Atau keduanya? Pasti makin nyaman, makin tinggi kocek yang dibutuhkan yak :)






Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton. Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut: 1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan 2. Piknik atau Jalan-Jalan 3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya. 

Wisata Kuliner Soto Bangkong, Soto Legendaris Kota Semarang

Punya kesempatan mengunjungi Semarang lagi setelah sekian lama, tentu saja saya gak pengen melewatkan begitu aja untuk berwisata kuliner di kota yang terkenal dengan tahu petis dan lunpianya itu. Tapi tahukah, kalau ternyata Semarang ini juga terkenal dengan wisata kuliner sotonya? Tinggal di kota Semarang selama kurang lebih 5 tahun, Almarhum Bapak saya sering mengajak kami sekeluarga berwisata kuliner, yang paling sering yaaa soto! Jadilah ketika sampai Semarang, berbekal google maps serta melewati jalanan yang membangkitkan memori masa kecil. Pencarian Soto Ijo Dokter Cipto Awalnya, saya mengajak suami untuk mencari lokasi Soto Ijo yang ada di jalan Dokter Cipto Semarang. Berusaha patuh dengan google maps, tapi ternyata gak ketemu, meski sempat muter sampai 2x putaran. Duh, padahal Soto Ijo ini termasuk yang legendaris, dan semacam saya masih ingat benar gimana tastenya yang super enak dan nagih! Oke lah, karena kami sekeluarga udah kelaperan, jam pun sudah makin beranjak ...

WIsata Kuliner Halal di Jalan Suryakencana Bogor

Setiba di Bogor akhir bulan November lalu, saat pergi hanya berdua dengan suami , maka sesampai stasiun lanjut jalan kaki ke Onih hotel tempat kami menginap . Istirahat dan sholat Ashar sebentar, lalu mulai hunting kuliner Bogor. Mmm kemana ya? pintu gerbang jalan suryakencana bogor Setelah searching, maka kami pun menuju kawasan Pecinan yaitu di jalan Suryakencana . Tentu di kawasan Pecinan ini menawarkan aneka kuliner baik halal maupun tidak halal. Bahkan beberapa tempat makan, memberi informasi di pintu masuk, bahwa tempatnya tersebut hanya menjual makanan halal. Meski sudah makan siang di rumah, saat perjalanan dari Jakarta ke Bogor, rupanya meski belum tiba waktunya jam makan malam, saya dan suami sudah kelaperan aja nih. Mungkin faktor jalan kaki dari stasiun ke hotel, terus dari hotel ke jalan Suryakencana . Ya kira-kira 2-3 kilometer. Nah gimana mau kurus, kalori baru aja terbakar maksimal, udah mau diisi lagi :P Ya, tapi kan baru liburan nih, masa gak menikmati mak...