Liburan akhir tahun 2018 kali ini, cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalau biasanya kami sekeluarga memakai kendaraan pribadi, untuk tahun ini, karena sumpahhh males banget ngadepin aneka kemacetan yang ada, maka kami memiih untuk menggunakan transportasi umum.
Kereta adalah pilihan saya dan suami untuk mengajak anak-anak menuju tempat wisata yang kami kunjungi. Bogor dan Wisata Kota Tua merupakan tujuan kami sekeluarga untuk mengeksplorasi KRL Commuter Line, fasiitas warga ibukota, yang suami sendiri pun sekalipun bertahun-tahun tinggal di Jakarta, tapi belum pakai transportasi ini sebelumnya.
Sebelum naik KRL ini, sempatlah saya khawatir, gimana ya nanti? Apalagi jika penuh sesak manusia di dalamnya, nanti anak-anak gimana dong? Deh, ini nih kuatnya pikiran manusia, suka mikir macam-macam dan aneh-aneh dulu. Padahal kalau sudah dijalanin juga baik-baik saja.
Alhamdulillah perjalanan kami ke Bogor maupun ke Kota Tua memakai KRL Commuter Line, berjalan lancar. Anak-anak sempat merasakan berdiri dari stasiun Klender Baru hingga Manggarai. Ini pun mereka bisanya terkantuk-kantuk. Sasha bersandar di perut Ayahnya, Ical di punggung Ayahnya. Hahaha, tetap nyaman yaaaaa meski dalam kondisi yang bisa jadi kurang nyaman buat sebagian orang. Bahkan ketika perjalanan ke Bogor, anak-anak juga tertidur lelap di kursi yang Alhamdulillah bisa kita dapatkan setelah transit.
Nah, buat yang ingin memakai jasa transportasi KRL Commuter Line Jabodetabek, terutama membawa anak-anak, boleh perhatikan beberapa hal berikut ini yuk, supaya perjalanan tetap nyaman:
1. Kartu/ Tiket Kereta
Saat membayar tiket kereta KRL, kita menggunakan kartu tertentu yang bisa kita beli di tiket counter stasiun. Kalau kita punya kartu e-TOLL mandiri atau Flazz BCA, bisa juga kita pakai, jangan lupa pastikan saldo cukup. Nah 1 kartu itu hanya bisa untuk 1 orang. Itulah kenapa meski saya sudah punya kartu e-TOLL dan suami dengan kartu Flazz BCA, kami tetap harus membeli kartu yang tersedia di counter untuk Ical & Sasha. Tapi jangan khawatir, itu kartu bisa kita kembalikan lagi ketika sudah selesai perjalanan, dan uang juga dikembalikan, hanya berkurang di saldo naik kereta saja.
2. Gunakan Tas Ransel
Selama bepergian memakai KRL, akan lebih nyaman dengan kita menggunakan tas ransel. Apalagi bawa anak-anak, segala keperluan mereka bisa kita masukkan ke dalam tas. Ohiya, pastikan juga letakkan tas di depan bukan di punggung, supaya lebih aman. Dompet & handphone juga masukkan saja ke dalam tas di bagian dalam. Bagian terluar tas, misal ada kantong di luarnya, hanya untuk menaruh tisue atau barang-barang yang tidak berharga. Pokoknya mah, jangan sekali-kali letakkan hape di saku celana, pengalaman adik ipar saya, hape lenyap ketika ditaruh di saku celana saat perjalanan pulang dari kantor naik commuter line.
3. Gunakan Sepatu Kets
Usahakan pakai sepatu kets, hindari sandal atau alas kaki terbuka, karena mudah terinjak. Terutama untuk anak-anak, yang pastinya akan ikut lari-larian atau minimal jalan cukup cepat ketika anak naik kereta, belum lagi berdesak-desakan, dengan menggunakan sepatu tertutup maka akan lebih aman. Lalu kenapa sepatu kets? Karena empuk tentunya, membuat kaki kita lebih nyaman berjalan dengan langkah yang cepat.
4. Bawa Air Putih
Selama bawa anak-anak, pastikan bawa air putih yang cukup. Karena di kereta tidak diperbolehkan makan ataupun minum, kita bisa ajak anak-anak minum sebelum dan setelah naik kereta.
5. Gunakan Kursi Prioritas
Di dalam KRL Commuter Line, sebenarnya sudah tersedia Kursi Prioritas, yaitu untuk ibu hamil, lansia dan anak-anak. Tapi kadang kejadian juga, di gerbong yang kita naiki, penuh sesak luar biasa, sampai-sampai kursi prioritas pun sudah penuh oleh target kursi tersebut. Nah kalau sudah begini, memang kita yang ajak anak-anak menikmati suasana saja. Jangan panik, jangan sewot. Nanti ketika ada penumpang di kursi prioritas turun, baru bisa kita gunakan.
Kuncinya sih, nikmati perjalanan memakai KRL dengan suka cita. Toh, anak-anak pun akan belajar hal yang baru dan menantang. Hal yang baru itu tidak harus selalu mewah dan menyenangkan kan?
Kereta adalah pilihan saya dan suami untuk mengajak anak-anak menuju tempat wisata yang kami kunjungi. Bogor dan Wisata Kota Tua merupakan tujuan kami sekeluarga untuk mengeksplorasi KRL Commuter Line, fasiitas warga ibukota, yang suami sendiri pun sekalipun bertahun-tahun tinggal di Jakarta, tapi belum pakai transportasi ini sebelumnya.
Sebelum naik KRL ini, sempatlah saya khawatir, gimana ya nanti? Apalagi jika penuh sesak manusia di dalamnya, nanti anak-anak gimana dong? Deh, ini nih kuatnya pikiran manusia, suka mikir macam-macam dan aneh-aneh dulu. Padahal kalau sudah dijalanin juga baik-baik saja.
Alhamdulillah perjalanan kami ke Bogor maupun ke Kota Tua memakai KRL Commuter Line, berjalan lancar. Anak-anak sempat merasakan berdiri dari stasiun Klender Baru hingga Manggarai. Ini pun mereka bisanya terkantuk-kantuk. Sasha bersandar di perut Ayahnya, Ical di punggung Ayahnya. Hahaha, tetap nyaman yaaaaa meski dalam kondisi yang bisa jadi kurang nyaman buat sebagian orang. Bahkan ketika perjalanan ke Bogor, anak-anak juga tertidur lelap di kursi yang Alhamdulillah bisa kita dapatkan setelah transit.
Nah, buat yang ingin memakai jasa transportasi KRL Commuter Line Jabodetabek, terutama membawa anak-anak, boleh perhatikan beberapa hal berikut ini yuk, supaya perjalanan tetap nyaman:
1. Kartu/ Tiket Kereta
Saat membayar tiket kereta KRL, kita menggunakan kartu tertentu yang bisa kita beli di tiket counter stasiun. Kalau kita punya kartu e-TOLL mandiri atau Flazz BCA, bisa juga kita pakai, jangan lupa pastikan saldo cukup. Nah 1 kartu itu hanya bisa untuk 1 orang. Itulah kenapa meski saya sudah punya kartu e-TOLL dan suami dengan kartu Flazz BCA, kami tetap harus membeli kartu yang tersedia di counter untuk Ical & Sasha. Tapi jangan khawatir, itu kartu bisa kita kembalikan lagi ketika sudah selesai perjalanan, dan uang juga dikembalikan, hanya berkurang di saldo naik kereta saja.
2. Gunakan Tas Ransel
Selama bepergian memakai KRL, akan lebih nyaman dengan kita menggunakan tas ransel. Apalagi bawa anak-anak, segala keperluan mereka bisa kita masukkan ke dalam tas. Ohiya, pastikan juga letakkan tas di depan bukan di punggung, supaya lebih aman. Dompet & handphone juga masukkan saja ke dalam tas di bagian dalam. Bagian terluar tas, misal ada kantong di luarnya, hanya untuk menaruh tisue atau barang-barang yang tidak berharga. Pokoknya mah, jangan sekali-kali letakkan hape di saku celana, pengalaman adik ipar saya, hape lenyap ketika ditaruh di saku celana saat perjalanan pulang dari kantor naik commuter line.
3. Gunakan Sepatu Kets
Usahakan pakai sepatu kets, hindari sandal atau alas kaki terbuka, karena mudah terinjak. Terutama untuk anak-anak, yang pastinya akan ikut lari-larian atau minimal jalan cukup cepat ketika anak naik kereta, belum lagi berdesak-desakan, dengan menggunakan sepatu tertutup maka akan lebih aman. Lalu kenapa sepatu kets? Karena empuk tentunya, membuat kaki kita lebih nyaman berjalan dengan langkah yang cepat.
4. Bawa Air Putih
Selama bawa anak-anak, pastikan bawa air putih yang cukup. Karena di kereta tidak diperbolehkan makan ataupun minum, kita bisa ajak anak-anak minum sebelum dan setelah naik kereta.
5. Gunakan Kursi Prioritas
Di dalam KRL Commuter Line, sebenarnya sudah tersedia Kursi Prioritas, yaitu untuk ibu hamil, lansia dan anak-anak. Tapi kadang kejadian juga, di gerbong yang kita naiki, penuh sesak luar biasa, sampai-sampai kursi prioritas pun sudah penuh oleh target kursi tersebut. Nah kalau sudah begini, memang kita yang ajak anak-anak menikmati suasana saja. Jangan panik, jangan sewot. Nanti ketika ada penumpang di kursi prioritas turun, baru bisa kita gunakan.
![]() |
| Di Stasiun Jakarta Kota, Sebelum Mengunjungi Wisata Kota Tua |
Kuncinya sih, nikmati perjalanan memakai KRL dengan suka cita. Toh, anak-anak pun akan belajar hal yang baru dan menantang. Hal yang baru itu tidak harus selalu mewah dan menyenangkan kan?



Belum pernah naik KRL duh jadi ingin
ReplyDeleteyuk kapan-kapan dicoba om, seruuu
DeleteMba Inna and the geng panutanque, pengen banget nih nanti sama anak-anak dan paksu ngeteng kayak gini kemana-manaa. Ngelihatnya kok seru yaaa hahaha
ReplyDeleteiya seru mbk, tapi jangan lupa segala persiapannyaa yaa, apalagi kalo bawa anak-anak
DeleteLiburan kemarin saya juga anak-anak naik kereta. Mereka senangnya bukan main. Kebetulan gerbongnya nggak begitu penuh, jadi bisa duduk nyaman. Terima kasih tips nya mbak
ReplyDeleteiya mb, tantangan kalo naik KRL kadang ada masa dimana gak ada tempat duduk sama sekali, hehe
DeleteNunggu Dimas gedean dikit dehhh baru berani ngajak anak-anak jalan naik kereta di Jakarta :).. Makasih tipsnya, mba Inna..
ReplyDeletecuuuuss ayo Dimas cepett gedeeee
DeleteKRL ini andalanku jaman kuliah dulu, tiap hari bekasi-depok jadi anak RoKer. Sekarang udah rencana ngajak anak2 ngerasain naik KRL lagi ngelewati stasiun atas Manggarai-Kota, semoga taun ini bsai keturutan :)
ReplyDeletemantap makkkk! RoKer beneran itu mah
DeleteWah asik banget perjalanannya ya mbak. Anak hepi, emaknya ikut Hepi 😍
ReplyDeleteiya mb, asik banget, ini anak-anak udah nanya kapan ke jakarta naik KRL lagi
DeleteSaya punya kartu etoll mandiri tapi belum pernah kepake buat naik KRL. Yah kudu ke Jakarta dlu ya mbak klo mau menjajal sensasi KRL. Btw tiati mbak bawa barang bawaan klo lagi rame2nya di KRL. Takut2 klo ada pencopet hehe
ReplyDeletebetulll harus waspada juga selama di KRL, taro dompet dan hape di bagian tas paling dalem
DeleteHiyaaaaaa KRL, akhirnya aku jg mencoba moda transportasi ini. Secara kemacetan, lumayan on time waktu tempuh dgn KRL. tapiiii secara kenyamanan kudu kondisi fit utk menjelajah dgn KRL ini. Roda koperku patah kmrn naik KRL ini >_<
ReplyDeletehwaaaaaa terlalu semangat itu mandaaa, ampe roda kopernya patah
DeleteBelum pernah naik kereta sm anak2..apalagi yg KRL.. rencana hy tinggal rencana nih..😁😅
ReplyDeleteBc ini jadi pgn jadwalin lagi naik kereta..
yukk mbaaaa
DeleteBener mbak. Letakkan hp atau barang berharga lainnnya di bagian terdalam tas.
ReplyDeleteiya mb, sama tas mending dipegang sendiri aja, kalo ditaro di kabin atas, takutnya kelupaannn pas turun buru-buru
DeleteNaik kendaraan umum memang seru, aku anak angkoters, wkwk. Selalu kemana mana naik angkot. Biasanya TJ sih kalo KRL juarang banget, karena enggak lebih manusiawi kalo menurut aku naik KRL, wkwkwk. ngerih, anaknya lemah *eh, makasih bun tipsnya bisa dipraktekan ketika nanti halan2 sama anak2 hehe ~
ReplyDeleteiyaa nih, naik KRL pun butuh perjuangan dan badan harus segarrr bugarrrr
DeleteUdah lama euii gak naik kereta
ReplyDeleteDulu pernah bertigaan naik kereta, bawa anak 2 yang satu masih batita hadeuh riweuh binti ribet banget :D
iya mb, kalo bisa agak gedean dikittt
DeleteBelum pernah naik kereta di Indonesia. Kalau ke Jakarta atau Bogor, kita lebih suka naik angkutan online. Pernah sih, hampir naik kereta tapi gak jadi.
ReplyDeletekalo jabodetabek sebenernya enak kereta ya mbk, biar cepet sampai, tapi sambil perjuangan lari-lari kalo kereta dateng sama kadang penuh sesak di dalam
DeleteAsyik, ya mbak. Saya dulu ngidam anak yang 2 itu kepingin naik MRT. alhamdulillah hamil 5 bulan keturutan.
ReplyDeletewaaaa ngidamnya naik MRT. eh aku kalo MRT malah belum pernahhhh
DeleteSetuju Mbak, asyik mengajarkan anak naik transportasi umum. Biar ada pengalaman, ya.
ReplyDeletebetul mb, biar ngerasain dan terbiasa dengan aneka transportasi
DeleteMakasih tips nya mbak... Dulu pernah coba naik KRL pas anak baru 1 dan masih balita pula, terus kapok gak naik lagi, haha. Sekarang anak sudah 2 dan yg kedua masih balita, pengen nyobain lagi, sapatau sudah lebih manusiawi kondisi di dalam KRL,,,, kayaknya udah gak sepenuh dulu ya mbak? hehe
ReplyDeletekalo penuh ada masanya juga sihhh mb, aku sama anak-anak juga sempet yang gak dapet tempat duduk. tapi udah dikasih tau dari awal mau naik kereta gimana kondisinya, jadi anak-anak uda tau pas kejadian beneran
DeleteDari kuliah, kerja, sampai menikah KRL jadi andalan. Maklum tinggal di Bekasi, jadi mending naik kereta ke mana-mana. Ngajak anak-anak juga sering karena hafal jadwal kereta yang gak terlalu penuh. Kondisi kereta sekarang jauh lebih baik dibandingkan dulu.
ReplyDeletewooooo mantap mb! ngerti banget berarti perkembangan KRL dari jaman dulu sampai sekarang
DeleteTas ransel, penting banget nih Mbak. Nggak terlalu repot kalau bawa tas ini kemana-mana apalagi kalau bawa anak. Tas bisa diletakkan di depan badan. Hati-hati dengan barang berharga, masukkan ke tempat yang paling aman di dalam tas...
ReplyDeletesetujuuu, tos dulu kita sesama emak-emak ranseler!
Deletewah blog baru nih ya...Keren. di blog satunya update tiap hari, blog ini juga update. Double keren.
ReplyDeleteBtw saya belum pernah naik KRL, suatu hari nanti klo ke Jakarta pengin ngerasain juga. thanks Sharingnya
iyaaa mb, blog baru yang gak pake hosting berbayar, xixixixii
DeleteNoted mbak😄 sempat saya bisa naik KRL juga bareng suami dan anak2😅
ReplyDeleteSecara kalau di daerah Sulawesi sini belum ada KRL-nya dan sy belum pernah injak daerah Jawa jadi belum pernah naik kendaraan darat yang satu itu😊
nah nanti pas ke Jawa, nyobain KRL juga yuk mbaa
DeleteWaw pada pinter-pinter semua giniiii euy. Aku pengalaman naik KRL itu penuh dengan ekspresi wkwkwkwk. Karena emang desak-desakan udah jd hal yg lumrah untuk kehidupan masyarakat Jakarta
ReplyDeletehahahha iya aneka ekspresi dan aroma-aromaaa sedappp
Deletepengalamannya seruuu, mbak. anak-anak aku belum ernah tak ajak naik kereta, mungkin liburan kenaikan kelas nanti bisa berkunjung ke Kotu. dan informasi ini sangat bermanfaat buat saya. terima kasihh, Mbak ...
ReplyDeleteWah keren nih naik KRL rame-rame. Saya mau ajakin anak bis kota saja masih mikir-mikir mbak terutama anak no 2 dan 3. Tapi tetep ingin mengenalkan mereka dengan transportasi umum
ReplyDeleteWaktu ngajak anak-anak pertama kali ke Kota Tua juga naik KRL dari stasiun klender. Yang sempat rewel sih yang bayi karena baru usia setahunan waktu itu. Sedangkan si sulung enjoy banget naik kereta karena dia jarang banget pergi naik kereta..hihi
ReplyDeleteBelum pernah naik kereta, hehe. Pengin coba juga kapan-kapan
ReplyDelete