Skip to main content

Kebun Raya Bogor, Lokasi Instagramable Yang Tetap Kekinian!

Terakhir wisata ke Kebun Raya Bogor itu, ketika saya masih balita. Samar-samar banget lah gimana penampakannya. Yang saya ingat, ya kebun raya bogor itu luasssss!

Sampai kemudian di akhir November, suami dan saya jalan-jalan ke wisata Bogor yang cukup terkenal ini. Berduaan aja? Wah iya nih, tanpa anak-anak. Yaa semacam second honeymoon ala-ala gitu deh, hahaha.

Mengitari kebun raya bogor, meski tidak seluruhnya, tetep aja bok lumayan capeknya. Tapi semua terbayar dengan pemandangan yang tetap asri, hijau, dan sejuk. Jadi meski jalan lumayan jauh, tapi rasa ademmmmnya juga tetep dapet. Bahkan perjalanan ke hotel maupun stasiun pun, kami lakukan dengan berjalan kaki selama di Bogor.

Menikmati Kebun Raya Bogor, berduaan dengan suami, artinya jangan sampai lewatkan pepotoan ala-ala cover boy dan cover girl majalah Aneka :P

Beginilah hasil jepretan (sebagian suami), karena saya kalau ambil foto gak pernah bener, wkwkwkwk. Hanya bermodal smartphone aja nih, tanpa tongsis/ monopod.


Setelah bepergian berduaan saja ke Kebun Raya Bogor, maka kami juga ingin mengajak anak-anak menikmati wisata yang masih terbilang otentik ini. Duh, jarang-jarang loh di negeri kita tercinta ini, menemukan tempat piknik yang masih aselik! Ya meski ada beberapa penjual di dalam kebun raya, tapi so far saya bilang lumayan tertib, hanya di lokasi tertentu, tidak sembarangan.
Akhirnya bulan berikutnya, yaitu di Desember 2018, kami pergi sekeluarga mengunjungi Kebun Raya Bogor bersama anak-anak. Serangkaian foto-foto seru juga kami lakukan, cuma kali ini lebihsusah, karena bertepatan dengan musim liburan sekolah, jadilah untuk mengambil foto perlu ekstra trik tersendiri, supaya tidak bocor kemana-mana.

Meski nih ya, saat ini banyak resto atau cafe atau apalah yang mengusung ke-instagramble-an, tapi ternyata dengan pesonanya yang lawas, Kebun Raya Bogor bisa dibilang, sebagai spot foto yang tetap apik dan menarik, baik itu buat couple maupun keluarga.


Kalau ingin mendapatkan banyak gambar, sebaiknya datang saat Kebun Raya baru buka, sekitar jam 9 pagi, jadi belum terlalu penuh. Jadi kita pun lebih leluasa memotret dan gak malu-malu amat lah ketika mau pose heboh karena masih sepi. Kalau mental juwara, ya gak masalah sih mau dateng pas ramai juga. Tapi ya itu, kalau pas ramai, pe-er menghalau banyak orang yang berebutan foto di spot yang sama.

Dari sekian luas tempat di kebun raya bogor, saya tetap loh pengen kembali kesana. Karena masih banyak area yang belum terjelajahi dengan maksimal. Mungkin next bisa sambil sewa sepeda atau mobil yang ada di kawasan area kebun raya kali ya, biar gak gempor-gemporrr amat, dan bisa eksplor lebih jauh. Yang masih bikin penasaran itu, belum nemu-nemu juga nih, lokasinya Bunga Rafflesia Arnoldi yang tersohor itu!


Comments

  1. Duh, saya udah hampir 2 tahun di Bogor belum pernah masuk ke KRB :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh masss, main aja, berangkat pagi, pulang sore, biar bisa eksplore semuanya, jangan lupa bawa nasi bungkus, wkkwk

      Delete
  2. Replies
    1. waaah kalo dibandingin jaman kecil dulu, udah lupakkk mas

      Delete
  3. Lelah sekali berkeliling disana mba. Hahaha pernah masuknya lewat mana, keluarnya lewat mana 😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener-bener, keknya 3-4 jam pun gak cukuppp ya mas, abis kebanyakan duduk-duduknya juga akhirnya, wkwkk

      Delete
  4. Replies
    1. yuk kapan-kapan ke kebun raya mb, seruuu juga ternyata, sejuk pula

      Delete
  5. Pengen ke sini nih, fasilitas apa saja mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. komplit mbaaa, dari mulai musholla, tempat duduk-duduk, aneka makanan minuman, toilet, dan tentunya suguhan pemandangan yang ijooooo seger

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton. Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut: 1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan 2. Piknik atau Jalan-Jalan 3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya. 

Wisata Kuliner Soto Bangkong, Soto Legendaris Kota Semarang

Punya kesempatan mengunjungi Semarang lagi setelah sekian lama, tentu saja saya gak pengen melewatkan begitu aja untuk berwisata kuliner di kota yang terkenal dengan tahu petis dan lunpianya itu. Tapi tahukah, kalau ternyata Semarang ini juga terkenal dengan wisata kuliner sotonya? Tinggal di kota Semarang selama kurang lebih 5 tahun, Almarhum Bapak saya sering mengajak kami sekeluarga berwisata kuliner, yang paling sering yaaa soto! Jadilah ketika sampai Semarang, berbekal google maps serta melewati jalanan yang membangkitkan memori masa kecil. Pencarian Soto Ijo Dokter Cipto Awalnya, saya mengajak suami untuk mencari lokasi Soto Ijo yang ada di jalan Dokter Cipto Semarang. Berusaha patuh dengan google maps, tapi ternyata gak ketemu, meski sempat muter sampai 2x putaran. Duh, padahal Soto Ijo ini termasuk yang legendaris, dan semacam saya masih ingat benar gimana tastenya yang super enak dan nagih! Oke lah, karena kami sekeluarga udah kelaperan, jam pun sudah makin beranjak ...

WIsata Kuliner Halal di Jalan Suryakencana Bogor

Setiba di Bogor akhir bulan November lalu, saat pergi hanya berdua dengan suami , maka sesampai stasiun lanjut jalan kaki ke Onih hotel tempat kami menginap . Istirahat dan sholat Ashar sebentar, lalu mulai hunting kuliner Bogor. Mmm kemana ya? pintu gerbang jalan suryakencana bogor Setelah searching, maka kami pun menuju kawasan Pecinan yaitu di jalan Suryakencana . Tentu di kawasan Pecinan ini menawarkan aneka kuliner baik halal maupun tidak halal. Bahkan beberapa tempat makan, memberi informasi di pintu masuk, bahwa tempatnya tersebut hanya menjual makanan halal. Meski sudah makan siang di rumah, saat perjalanan dari Jakarta ke Bogor, rupanya meski belum tiba waktunya jam makan malam, saya dan suami sudah kelaperan aja nih. Mungkin faktor jalan kaki dari stasiun ke hotel, terus dari hotel ke jalan Suryakencana . Ya kira-kira 2-3 kilometer. Nah gimana mau kurus, kalori baru aja terbakar maksimal, udah mau diisi lagi :P Ya, tapi kan baru liburan nih, masa gak menikmati mak...