Skip to main content

Anak Excited Saat Wisata Museum? Apa Triknya?

Ketika Ical masih balita, saya dan suami mengajaknya mengunjungi Museum Ullen Sentalu di kaliurang jogjakarta. Waktu itu, meski terlihat antusias, Ical yang masih belum bisa baca, tentu saja menikmati museum dengan caranya.

Sekitar kelas 2-3 SD, saya dan keluarga besar jalan-jalan dalam rangka libur lebaran. Salah satu yang kami kunjungi adalah Museum Soeharto di Dusun Kemusuk, Bantul. Disini, Ical yang sudah bisa membaca, benar-benar mengamati hampir satu demi satu kalimat yang tertulis di dalam museum. Bahkan, setelah sampai pintu luar, Ical minta masuk lagi. Lalu ia pun masuk lagi, dan membaca informasi yang terlewatkan.

Keluar dari pintu Museum, ia pun memberondong saya dengan banyak pertanyaan. Wajah cerah karena mendapat wawasan baru, dan rasa penasaran karena masih ada segudang tanda tanya, membawa diskusi tersendiri buat saya dan Ical ketika sudah berada di rumah.

pintu masuk museum zoologi bogor
Hingga sekarang Ical berusia 11 tahun, beberapa Museum sudah dikunjungi, dan reaksinya tetap sama. Antusias. Selalu tidak ingin melewatkan informasi yang ada di dalam Museum dan juga membaca detail apapun yang tersaji di dalamnya.

Dan tentu saja, berakhir dengan segumpal pertanyaan dan mengajak saya diskusi tentang apa yang sudah dilihatnya di dalam Museum.

Kalau ditanya, darimana awalnya yang membuat Ical excited tiap ke Museum? Saya tidak punya jawaban pasti sih sebenarnya. Jujur, kalau perihal sejarah, suami yang lebih suka. Begitu pun tontonan di rumah, lebih banyak semacam National Geographic, BBC Earth dan Discovery Channel.

Tiap main ke museum pun, saya dan suami mengajak anak-anak tetap have fun, sama seperti kita wisata ke pantai, ke gunung atau area yang atraktif lainnya. Wisata ke Museum itu memang sepertinya serius ya, mengenang sejarah, melihat peristiwa di masa lalu, dan banyak hal yang membuat suasana Museum menjadi mencekam dan misterius.

museum fatahillah kota tua jakarta
Tapi ternyata, ketika kita lebih kenalkan Museum ke anak sebagai sesuatu yang menyenangkan, maka mereka bisa tetap hepi sepanjang perjalanan di Museum. So far, lebih kuat Ical dibanding Sasha, adiknya, secara antusiasme saat ke Museum. Kalau Sasha lebih seperti saya, suka dengan yang berbau sejarah tapi tidak mendetail seperti Ical dan Ayahnya. It could be "Like Father, Like Son. Like Mother, Like Daughter".

Kalau perkara dunia art & entertainment, nah ini saya suka banget, begitu pula Sasha, seperti drama dan sejenisnya. Tapi Sasha juga senang saat ke Museum, hanya saja ia gak mau berlama-lama, Kecuali ada yang benar-benar menarik perhatiannya. Eh gak mau lama-lama itu, kalau Sasha udah ngerasa laper sih, hahhaa. Secara kalau di Museum kan gak boleh makan di dalam ya biasanya, jadi harus ditahan dulu sampai keluar. Jadilah, tiap sebelum ke Museum, saya ajak Sasha makan duluan, meski nanti setelah dari Museum pun makan lagi :P

So far, Ical & Sasha jadi penikmat main ke Museum, meski kadang ada beberapa Museum yang kurang terawat, entah itu berdebu, beberapa tools atau pajangan rusak, penerangan seadanya, bahkan kadang juga panas, tapi saya dan suami sejak sebelum masuk museum, sudah memberi atmosfer ke anak-anak, that we're gonna have fun!

Dengan harapan, museum di Indonesia ini makin terawat, terjaga, dan ditingkatkan maintenancenya. Kalo enggak, bisa jadi 10-20 tahun lagi, museum hanya jadi tempat kumuh teronggok, padahal menyimpan berjuta informasi yang bisa jadi bekal generasi mendatang untuk mengenal sejarah bangsanya sendiri.






Comments

  1. Senangnya jika anak-anak sudah senang diajak ke museum sejak kecil. Semoga museum di Indonesia tetap terjaga dengan apik, sehingga membuat betah pengunjungnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mb, moga makin bagusss ya perawatannya, biar makin nyaman juga saat berkunjung ke museum

      Delete
  2. Sampai saat ini memasuk musium sebagai tempat yang dikunjungi

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah satu tujuan wisata dimana kita bisa belajar banyak juga ya mas

      Delete
  3. musium tempat yang asyik dikunjungi

    ReplyDelete
  4. Foto museumnya dibanyakun dong kak. Penasaran isinya apa aja. Kayaknya seru deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya seruuu, tapi sayang banyak foto di dalam museum yang gelap nih, karena penerangannya kurang sip

      Delete
  5. museum itu emang asikk tapi kadang banyak museum yang nggak dirawat dan kurang erhatian pengelolanya. jadi kurang menarik deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. he em, PR banget buat industri pariwisata di indonesia ya mas, biar bisa memajukan dan fokus ke wisata museum, biar ramah anak, ramah keluarga

      Delete
  6. aku tuh pecinta museum mba. setiap traveling dalam dan LN aku sempetin utk cari tau ada museum apa yg menarik di sana. Tapiiiii museum yg aku suka itu yg punya latar belakang kelam. Kyk museum bom atom hiroshima, museum bom atom nagasaki, museum jend nasution, museum s21 di pnom penh, Museum killing field di pnom penh. pokoknya yg ceritanya serem tp msh berbau sejarah.

    nah anakku yg pertama sama kayak aku. mungkin krn dr kecil dia aku kenalinnya ke museum2 "kelam" begini, dia jd excited banget utk tau ceritanya.kayak waktu di hiroshima, pas msk museumnya, dia serius dengerin audio guide gmn cerita sejarah bom atom saat dijatuhkan di hiroshima.

    pernah sih aku bawa ke museum yg biasa, kayak museum doraemon ato museum manusia purba di solo, tertarik juga sih anaknya, tp ga terlalu penasaran kayak museum2 yg kelam td :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton. Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut: 1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan 2. Piknik atau Jalan-Jalan 3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya. 

Wisata Kuliner Soto Bangkong, Soto Legendaris Kota Semarang

Punya kesempatan mengunjungi Semarang lagi setelah sekian lama, tentu saja saya gak pengen melewatkan begitu aja untuk berwisata kuliner di kota yang terkenal dengan tahu petis dan lunpianya itu. Tapi tahukah, kalau ternyata Semarang ini juga terkenal dengan wisata kuliner sotonya? Tinggal di kota Semarang selama kurang lebih 5 tahun, Almarhum Bapak saya sering mengajak kami sekeluarga berwisata kuliner, yang paling sering yaaa soto! Jadilah ketika sampai Semarang, berbekal google maps serta melewati jalanan yang membangkitkan memori masa kecil. Pencarian Soto Ijo Dokter Cipto Awalnya, saya mengajak suami untuk mencari lokasi Soto Ijo yang ada di jalan Dokter Cipto Semarang. Berusaha patuh dengan google maps, tapi ternyata gak ketemu, meski sempat muter sampai 2x putaran. Duh, padahal Soto Ijo ini termasuk yang legendaris, dan semacam saya masih ingat benar gimana tastenya yang super enak dan nagih! Oke lah, karena kami sekeluarga udah kelaperan, jam pun sudah makin beranjak ...

WIsata Kuliner Halal di Jalan Suryakencana Bogor

Setiba di Bogor akhir bulan November lalu, saat pergi hanya berdua dengan suami , maka sesampai stasiun lanjut jalan kaki ke Onih hotel tempat kami menginap . Istirahat dan sholat Ashar sebentar, lalu mulai hunting kuliner Bogor. Mmm kemana ya? pintu gerbang jalan suryakencana bogor Setelah searching, maka kami pun menuju kawasan Pecinan yaitu di jalan Suryakencana . Tentu di kawasan Pecinan ini menawarkan aneka kuliner baik halal maupun tidak halal. Bahkan beberapa tempat makan, memberi informasi di pintu masuk, bahwa tempatnya tersebut hanya menjual makanan halal. Meski sudah makan siang di rumah, saat perjalanan dari Jakarta ke Bogor, rupanya meski belum tiba waktunya jam makan malam, saya dan suami sudah kelaperan aja nih. Mungkin faktor jalan kaki dari stasiun ke hotel, terus dari hotel ke jalan Suryakencana . Ya kira-kira 2-3 kilometer. Nah gimana mau kurus, kalori baru aja terbakar maksimal, udah mau diisi lagi :P Ya, tapi kan baru liburan nih, masa gak menikmati mak...