Skip to main content

Prolog Buku Solo Perdana

Di tengah masih bingung mau pakai judul yang mana, boleh ya saya sedikit banyak membeberkan tentang prolog buku yang Insyaa Allah bakal saya fokuskan penuntasan penulisannya.

Pastinya sebuah buku tanpa cerita dan hikmah itu bukan buku yang punya greget. Seberapa greget buku ini? Yaitu terletak pada untaian kata yang bisa membuat siapapun merasa gembira dengan apa yang dialami oleh nara sumber yang saya wawancarai, ataukah ikut merasa begitu sesak dadanya karena kecewa yang dirasakan hingga rasa sedih yang cukup dalam, dengan emosi yang kurang lebih sama dengan apa yang sesungguhnya terjadi.

Travelling pada dasarnya memang membawa seseorang, sekeluarga ataupun beberapa orang merasakan yang namanya kebahagiaan. Tapi ternyata, travelling buat sebagian orang, bukan hanya kebahagiaan yang didapat, tapi juga ada esensi perjuangan di balik perjalanannya.

Kisah demi kisah yang terpapar, bukan hanya melulu tentang bagaimana cerianya para tokoh nyata di dalamnya. Bukan sekedar bagaimana menuturkan tentang pencapaian sesuatu dengan cara tertentu yang kadang butuh modal nekad, tapi juga bagaimana menyampaikan sebuah hikmah dari perjalanan dengan cara yang manusiawi dan membuat pembaca selalu bertanya, "Setelah halaman ini, akan ada kejadian apa lagi ya?".

Kisah travelling yang menginspirasi dilengkapi dengan perjalanan beberapa orang dalam meraih cita-citanya, tentu saja bisa membuat siapapun yang membaca kembali merenung ke dalam diri sendiri, tentang layak atau tidaknya hijrahnya dari satu kota ke kota lain, perjalanannya dengan sepeda ataupun mobil berkelas. Sudahkah semuanya punya makna? Sudahkah semuanya membangunkan inspirasi?

Comments

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton. Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut: 1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan 2. Piknik atau Jalan-Jalan 3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya. 

Wisata Kuliner Soto Bangkong, Soto Legendaris Kota Semarang

Punya kesempatan mengunjungi Semarang lagi setelah sekian lama, tentu saja saya gak pengen melewatkan begitu aja untuk berwisata kuliner di kota yang terkenal dengan tahu petis dan lunpianya itu. Tapi tahukah, kalau ternyata Semarang ini juga terkenal dengan wisata kuliner sotonya? Tinggal di kota Semarang selama kurang lebih 5 tahun, Almarhum Bapak saya sering mengajak kami sekeluarga berwisata kuliner, yang paling sering yaaa soto! Jadilah ketika sampai Semarang, berbekal google maps serta melewati jalanan yang membangkitkan memori masa kecil. Pencarian Soto Ijo Dokter Cipto Awalnya, saya mengajak suami untuk mencari lokasi Soto Ijo yang ada di jalan Dokter Cipto Semarang. Berusaha patuh dengan google maps, tapi ternyata gak ketemu, meski sempat muter sampai 2x putaran. Duh, padahal Soto Ijo ini termasuk yang legendaris, dan semacam saya masih ingat benar gimana tastenya yang super enak dan nagih! Oke lah, karena kami sekeluarga udah kelaperan, jam pun sudah makin beranjak ...

WIsata Kuliner Halal di Jalan Suryakencana Bogor

Setiba di Bogor akhir bulan November lalu, saat pergi hanya berdua dengan suami , maka sesampai stasiun lanjut jalan kaki ke Onih hotel tempat kami menginap . Istirahat dan sholat Ashar sebentar, lalu mulai hunting kuliner Bogor. Mmm kemana ya? pintu gerbang jalan suryakencana bogor Setelah searching, maka kami pun menuju kawasan Pecinan yaitu di jalan Suryakencana . Tentu di kawasan Pecinan ini menawarkan aneka kuliner baik halal maupun tidak halal. Bahkan beberapa tempat makan, memberi informasi di pintu masuk, bahwa tempatnya tersebut hanya menjual makanan halal. Meski sudah makan siang di rumah, saat perjalanan dari Jakarta ke Bogor, rupanya meski belum tiba waktunya jam makan malam, saya dan suami sudah kelaperan aja nih. Mungkin faktor jalan kaki dari stasiun ke hotel, terus dari hotel ke jalan Suryakencana . Ya kira-kira 2-3 kilometer. Nah gimana mau kurus, kalori baru aja terbakar maksimal, udah mau diisi lagi :P Ya, tapi kan baru liburan nih, masa gak menikmati mak...