Skip to main content

Penulis Pemula, Gimana Cara Mempublikasikan Bukunya?

Dunia ngeblog saya sudah kenal cukup lama, tapi untuk penerbitan buku, saya masih buta sama sekali. Ada pun buku antologi pertama bersama teman-teman di komunitas tertentu pun, ini sudah ada yang mengurus.

Terus proyek buku solo ini gimana dong? Apa yang mesti saya kerjakan?

Kalau saya sih mikirnya simple aja sih, sekarang ini sudah banyak penerbit indie yang siap menampung dan menerbitkan kita, tentu dengan biaya tertentu. Nah kenapa muncul banyak buku antologi, karena biaya cetak ddan penerbitannya bisa ditanggung bersama-sama. Otomatis, ketika ini adalah buku solo, maka kita tanggung sendiri.

Besaran biayanya yang pernah saya tahu di range Rp 200.000,00, untuk yang lainnya saya belum tahu persis berapa.

Untuk pemasarannya, tentu dengan cara yang sudah teman-teman penulis lakukan yaitu melalui online terutama sosial media.
Yap, the power of social media!

Dengan kita makin sering share postingan blog di sosmed atau di status WA, maka beberapa orang akan ikut tertarik untuk membacanya. Nah logikanya, ketika kita juga membuat buku, dengan teknik promosi kata-kata yang tepat, maka kita bisa menggaet pembaca yang sesuai.

Meski kadang saya juga masih berpikir, bahwa jaman sekarang orang lebih senang dengan buku yang praktis, yang tidak bertele-tele dan punya unsur merebut hati dan perasaan pembacanya dengan mendalam. Itulah pekerjaan rumah para penulis baik fiksi maupun non fiksi di masa sekarang.

Orang baca buku itu biasanya karena 2 hal, pertama karena butuh, kedua karena rekomendasi teman/ saudaranya yang pernah membaca.

Dengan akses informasi yang sedemikian cepatnya, orang dengan mudah bisa membaca apapun melalui online. Maka tantangan penulis buku supaya buku yang diterbitkannya bisa laku, tentu sebaiknya berbeda dengan apa yang sudah tersaji praktis di media online.

Mmm, saya sendiri juga termasuk yang males beli buku, kalau ujung-ujungnya dengan mengetik beberapa kata kunci, di google udah nemu informasinya.

Artinya tantangan lagi buat banyak penulis, untuk membuat karyanya se-orisinal mungkin. Siapkah kita menjadi unik dan berbeda dengan karya-karya kita?


Comments

  1. Klo saya beli buku kadang karena kepo dg gaya menulisnya. Kadang karena promo jg. Dan kadang kecewa klo ekspektasi saya ketinggian

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton. Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut: 1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan 2. Piknik atau Jalan-Jalan 3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya. 

Wisata Kuliner Soto Bangkong, Soto Legendaris Kota Semarang

Punya kesempatan mengunjungi Semarang lagi setelah sekian lama, tentu saja saya gak pengen melewatkan begitu aja untuk berwisata kuliner di kota yang terkenal dengan tahu petis dan lunpianya itu. Tapi tahukah, kalau ternyata Semarang ini juga terkenal dengan wisata kuliner sotonya? Tinggal di kota Semarang selama kurang lebih 5 tahun, Almarhum Bapak saya sering mengajak kami sekeluarga berwisata kuliner, yang paling sering yaaa soto! Jadilah ketika sampai Semarang, berbekal google maps serta melewati jalanan yang membangkitkan memori masa kecil. Pencarian Soto Ijo Dokter Cipto Awalnya, saya mengajak suami untuk mencari lokasi Soto Ijo yang ada di jalan Dokter Cipto Semarang. Berusaha patuh dengan google maps, tapi ternyata gak ketemu, meski sempat muter sampai 2x putaran. Duh, padahal Soto Ijo ini termasuk yang legendaris, dan semacam saya masih ingat benar gimana tastenya yang super enak dan nagih! Oke lah, karena kami sekeluarga udah kelaperan, jam pun sudah makin beranjak ...

WIsata Kuliner Halal di Jalan Suryakencana Bogor

Setiba di Bogor akhir bulan November lalu, saat pergi hanya berdua dengan suami , maka sesampai stasiun lanjut jalan kaki ke Onih hotel tempat kami menginap . Istirahat dan sholat Ashar sebentar, lalu mulai hunting kuliner Bogor. Mmm kemana ya? pintu gerbang jalan suryakencana bogor Setelah searching, maka kami pun menuju kawasan Pecinan yaitu di jalan Suryakencana . Tentu di kawasan Pecinan ini menawarkan aneka kuliner baik halal maupun tidak halal. Bahkan beberapa tempat makan, memberi informasi di pintu masuk, bahwa tempatnya tersebut hanya menjual makanan halal. Meski sudah makan siang di rumah, saat perjalanan dari Jakarta ke Bogor, rupanya meski belum tiba waktunya jam makan malam, saya dan suami sudah kelaperan aja nih. Mungkin faktor jalan kaki dari stasiun ke hotel, terus dari hotel ke jalan Suryakencana . Ya kira-kira 2-3 kilometer. Nah gimana mau kurus, kalori baru aja terbakar maksimal, udah mau diisi lagi :P Ya, tapi kan baru liburan nih, masa gak menikmati mak...