Skip to main content

Sehat, Syarat Wajib Family Traveller

Liburan ke Puri Asri Magelang dengan jelajah Sungai Progo melalui aktivitas arung jeram, menjadi salah satu titik balik buat saya pribadi. Iya saya harus sehat, harus lebih fit untuk wisata berikutnya.

Suami juga ternyata punya tekad yang sama. Karena ternyata dengan wisata arung jeram ditambah dengan beberapa kegiatan lainnya di liburan bersama keluarga tersebut, kami terbilang kurang fit. Cepat lelah saja bawaannya.

Itulah kenapa, sejak saat itu, kami berdua berusaha untuk merubah pola hidup. Kalau dari sisi makanan, yaaa kok masih susah ya? Secara kami adalah pemakan segala, hahaha.

Maka kami mulai dengan olahraga dan mengatur waktu tidur. 

Mengusahakan tidur sebelum jam 11 malam, ternyata membuat ketika bangun tidur lebih fit. Bahkan saya sekarang sekitar jam 9-10 malam sudah cukup ngantuk. Karena memang tubuh ketika mulai jam 11 malam ini mulai melakukan proses detoksifikasi atau pengeluaran racun di dalam tubuh terutama organ-organ tubuh bagian dalam.

Selain pola tidur, kami melakukan olahraga sesuai dengan minat kami masing-masing. Suami dengan jogging atau lari sepulang kerja 2-3x seminggu, saya melakukan yoga 2-3x seminggu.


Efek ke badan, ternyata cukup signifikan, lebih fit, segar, bugar, dan ketika kami melakukan wisata untuk lokasi-lokasi berikutnya, terasa lebih ringan. Seperti ketika naik turun ribuan tangga di Tawangmangu ataupun keliling luasnya Baturraden di Purwokerto. Yakin, gak ada yang namanya ngos-ngos-an dan terlalu capek.

Ya capek, tapi sewajarnya saja. Di tahun-tahun sebelumnya, kalau saya gak kuat, saya sampai merasa mual dan pengen muntah loh. Sejak rutin yoga, mau kondisi tempat wisata serba naik turun, Insha Allah tidak masalah.


Menularkan kebiasaan hidup bugar ini tentu saja ke anak-anak. Mereka jadi lebih aktif secara kegiatan fisik, dan tertarik untuk melakukan apa yang Ayah Bundanya lakukan. Bahkan Ical & Sasha sudah bisa mengikuti beberapa gerakan yoga yang saya lakukan.

Selain yoga di rumah bareng saya, olahraga di sekolah, Ical dan Sasha juga ikut seni bela diri aikido, tentu saja untuk alasan kesehatan dan juga keamanan diri sendiri. Minimal mereka bisa sehat sekaligus proteksi ke diri sendiri.



Minum obat cacing setahun dua kali juga sudah kami rutinkan selama beberapa tahun belakangan ini, biasanya kami minum tiap awal dan pertengahan tahun. Biar mudah saja menghitungnya, karena obat cacing ini kan diminumnya tiap 6 bulan sekali.

Yang masih menjadi PR buat kami adalah pola makan. Nah ini nih, yang terasa masih berat. Masih menjadi pemakan segala selama itu halal, dan porsinya juga masih cukup lumayan. Jadi gak usah kaget, meski suami dan saya cukup rutin olahraga, tapi berat badan yaaa masih segini-gini saja, badan juga masih begini-begini saja, hahaha.


Apalagi kalau pengen jadi family traveller, dengan sehat dan bugar tentunya bakal lebih asyik kan travellingnya? Baiklah, Bismillah, kudu diniatin bener ini sih! Seperti niat sehat lewat merutinkan aktivitas olahraga, harusnya kami juga bisa punya tekad kuat dalam hal mengatur asupan makan ini yes?






Comments

  1. Setuju.
    Saya saja kalau mau naik gunung minimam seminggu sebelumnya sudah persiapan dengan melakukan jogging. Biar kaki tidak kram nanti saat mendaki 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahhh ini, tantangan suami ngajakin naik gunung, saya masih merasa belum sangguppp 😂

      Delete
  2. Kelihatannya menyenangkan ya, semua bisa dilakukan bersama sama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mbaa, serunya itu memang kalo pas rame ramean begini 😘😘

      Delete
  3. Keren deh mbaa, sekeluarga kuompaaaak abiizz 😍

    ReplyDelete
  4. Waaa jadi ingat sekarang pola tidur dan olahraga uda berantakan :( makasih sharingnya, Mbaak. Pengingat banget. Semangat selalu bertravellingnya~^^

    ReplyDelete
  5. Jadi semangat merutinkan kembali olahraga nih. Terima kasih, Mbak 😊

    ReplyDelete
  6. Kok aku jadi pengen tau lebih jauh tentang yoga ini ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asikkk Um, olahraga yang tampak sederhana tapiiii gobyossss

      Delete
  7. Suka sama tulisannya. Bagi sy ini referensi baru

    ReplyDelete
  8. Siip opini nya kece kesehatan pokoknya wajib di jaga

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton. Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut: 1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan 2. Piknik atau Jalan-Jalan 3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya. 

Wisata Kuliner Soto Bangkong, Soto Legendaris Kota Semarang

Punya kesempatan mengunjungi Semarang lagi setelah sekian lama, tentu saja saya gak pengen melewatkan begitu aja untuk berwisata kuliner di kota yang terkenal dengan tahu petis dan lunpianya itu. Tapi tahukah, kalau ternyata Semarang ini juga terkenal dengan wisata kuliner sotonya? Tinggal di kota Semarang selama kurang lebih 5 tahun, Almarhum Bapak saya sering mengajak kami sekeluarga berwisata kuliner, yang paling sering yaaa soto! Jadilah ketika sampai Semarang, berbekal google maps serta melewati jalanan yang membangkitkan memori masa kecil. Pencarian Soto Ijo Dokter Cipto Awalnya, saya mengajak suami untuk mencari lokasi Soto Ijo yang ada di jalan Dokter Cipto Semarang. Berusaha patuh dengan google maps, tapi ternyata gak ketemu, meski sempat muter sampai 2x putaran. Duh, padahal Soto Ijo ini termasuk yang legendaris, dan semacam saya masih ingat benar gimana tastenya yang super enak dan nagih! Oke lah, karena kami sekeluarga udah kelaperan, jam pun sudah makin beranjak ...

WIsata Kuliner Halal di Jalan Suryakencana Bogor

Setiba di Bogor akhir bulan November lalu, saat pergi hanya berdua dengan suami , maka sesampai stasiun lanjut jalan kaki ke Onih hotel tempat kami menginap . Istirahat dan sholat Ashar sebentar, lalu mulai hunting kuliner Bogor. Mmm kemana ya? pintu gerbang jalan suryakencana bogor Setelah searching, maka kami pun menuju kawasan Pecinan yaitu di jalan Suryakencana . Tentu di kawasan Pecinan ini menawarkan aneka kuliner baik halal maupun tidak halal. Bahkan beberapa tempat makan, memberi informasi di pintu masuk, bahwa tempatnya tersebut hanya menjual makanan halal. Meski sudah makan siang di rumah, saat perjalanan dari Jakarta ke Bogor, rupanya meski belum tiba waktunya jam makan malam, saya dan suami sudah kelaperan aja nih. Mungkin faktor jalan kaki dari stasiun ke hotel, terus dari hotel ke jalan Suryakencana . Ya kira-kira 2-3 kilometer. Nah gimana mau kurus, kalori baru aja terbakar maksimal, udah mau diisi lagi :P Ya, tapi kan baru liburan nih, masa gak menikmati mak...