Skip to main content

Maskapai Penerbangan Murah Tetap Jadi Idola?

"Yah, Bunda ambil Lion Air aja ya", tanya saya tadi pagi. "Jangan dulu", kata suami saya. "Lumayan yah, beda 200-300ribuan". "Udah gak papa", jawab suami.

Sejak terjadinya kecelakaan maskapai penerbangan Lion Air beberapa waktu lalu, dan bertepatan dengan aktivitas saya yang harus wara-wiri Jogja-Jakarta, ternyata membuat suami saya sedikit khawatir. Akkk ini saya bilang, co cweetttttt. Hahaha oke oke, kembali ke tema postingan ini.

Jadi biasanya saya berangkat naik pesawat, karena sekaligus biar cepat ke studio dubbing, dan menjaga stamina tetap oke, supaya hasil produksi suara juga tetap bagus. Sementara pulangnya, baru naik kereta ke Jogjakarta. Atau kadang kalo waktu mendesak, juga dua-duanya harus pakai pesawat.

Sebenarnya, saya gak begitu masalah mau memilih maskapai penerbangan yang mana. Ya, secara prinsip emak-emak lah ya, kalo lebih murah, lebih hemat, lebih baik. Kan lumayan bok, beda 200-300ribu itu bisa buat belanja isi dapur, bisa buat isi bensin, dan lain-lain.


Tapi suami belum memperbolehkan dulu untuk mengambil yang paling murah. Padahal istrinya ini demen yang murah-murah :D

Murah tapi gak murahan, barangkali ini yang paling kita harapkan sebagai konsumen maskapai penerbangan. Di Indonesia sendiri, kecelakaan transportasi udara ini sudah terjadi beberapa kali. Seperti kalo kita bisa ingat, Adam Air beberapa tahun lalu, yang berujung pada tidak beroperasinya maskapai ini lagi.

Lalu kira-kira apa yang terjadi dengan maskapai yang punya masalah serupa? Banyak pasti yang bertanya-tanya, apa ya kebijakan pemerintah?

Bahkan saya juga sering bertanya ke diri sendiri, apa sebenarnya prosedur ketika pesawat akan terbang? Pastinya meliputi cek kondisi mesin dan tentu saja kondisi para crew pesawatnya.

Polemik maskapai penerbangan ini, rupanya menimbulkan simpati juga ke beberapa orang yang memang membutuhkan tiket pesawat dengan harga lebih murah dan terjangkau. Iya, bisa dibilang, tetap jadi idola.


Seperti terlihat di antrian di gambar, ini adalah deretan penumpang Lion Air yang antri untuk check in. See? Masih banyak peminatnya. Ini belum seminggu dari kejadian jatuhnya Lion Air beberapa waktu lalu. Terbukti, masyarakat tetap membutuhkan jasanya.

Harapannya tentu saja, buat saya dan banyak pemakai jasa maskapai penerbangan, yang memang mau gak mau terkadang harus terbang untuk akses yang lebih cepat menuju lokasi kerja, maka sangat menginginkan semakin baiknya kinerja seluruh pihak yang terkait dengan terbangnya sebuah pesawat. Bayangkan, 1 pesawat saja itu menampung ratusan nyawa.

Iya saya mengerti, umur manusia siapa yang tau kan. Semua punya jatah masing-masing untuk meneruskan hidup. Tapi jangan sampai, alasan ini menjadi tameng perusahaan maskapai penerbangan ataupun yang terkait untuk diam saja dan tidak bergerak melakukan perbaikan sistem.

Dilematis memang, sejatinya masyarakat memang butuh penerbangan dengan harga murah, di sisi lain masyakarat juga tetap ingin terjamin keselamatan, keamanan & kenyamanannya selama terbang.

Segala bentuk kecelakaan penerbangan seperti apapun, semoga menjadi pembelajaran buat kita semua, dan tentunya berdoa semua akan menjadi lebih tertib, rapi, dan lebih baik lagi. Amin.



Comments

  1. Sepertinya ibu" mana saja suka dengan yg murah" ya mbaak..

    ReplyDelete
  2. Pemerintah mesti menjamin bahwa setiap pesawat yang terbang benar benar layak terbang sehingga meminimalisasi tingkat kecelakaan, dengan demikian harga tiket bukanlah indikator tingginya tingkat kexelakaan

    ReplyDelete
  3. Kenapa sampe sekarang saya malah lebih prefer ke Air Asia ya haha maap 🙈

    ReplyDelete
  4. Baru kemarin perjalanan menggunakan singa merah asli kecewa memang karena delay yg luar biasa tanpa konfirmasi penyebabnya. Jelas ya penumpang banyak yg khawatir karena baru kejadian kecelakaan.

    Tapi pada intinya sih kembali kepada takdir. Semua yg terjadi memang qodarulloh mau di udara, laut, atau darat ya kalau sudah takdirnya demikian mau bagaimana.

    Yg penting mungkin evaluasi kepada pihak maskapai untuk memperhatikan safety selama perjalanan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yess sepakat, faktor evaluasi ini urgenttt banget

      Delete
  5. Pernah naik maskapai ini dari Bali pas gerimis... was was 😒

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wasa-was, pengalaman yang sama mbak Princes saya juga pernah dari Jakarta Babel

      Delete
  6. Betul, siapapun pasti suka yg terjangkau, diskonan apalagi bila fasilitas nya bagus Dan apik. Meski sangat jarang make lion, selalu berdoa agar maskapai Kita bisa selalu meninhkaykan standard mereka Dari segala aspek terutama menyangkut safety

    ReplyDelete
  7. Saya lebih senag batik walaupun satu managemen tapi beda perlakuan, hihi

    ReplyDelete
  8. Jadi agak ngeri kalo mau naik Li*n lagi. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moga makin membaik seluruh aspek penerbangan di negara kitaa

      Delete
  9. Benar sih mba. Apa yg terjadi pada maskapai itu gada yang bisa prediksi, udah jadi qadarullah dari Allah. Mau naik yang murah sampai mahal pun . Tapi ya tapi, dari dulu memang kurang sreg sama maskapai *itu*, karena emang pernah dan sering mendengar komentar negatif. Terutama masalah barang hilang dan koper yang dibongkar, belum lagi delay yang sering lama itu.. ya tu dehhh ..

    ReplyDelete
  10. Wow, antrian masih panjang jg meski singa ini sering delay. Tapi habis kejadian kemarin, sy langsung refund tiket singa 😂 Btw, ide tulisannya baguuus

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mic BM 800, Cocok Buat NgeVlog!

Tanpa terasa, project ngeVlog bareng anak-anak mulai masuk bulan ke-3. Sebenarnya sudah kami mulai sekitar 2 tahun lalu, tapi belum terlalu rutin upload kontennya. Barulah 2 bulan belakangan ini, minimal 1 minggu sekali ada materi video baru yang bisa ditonton. Dengan mengusung nama SADDHA STORY, channel youtube ini berisi tentang 3 materi utama sebagai berikut: 1. Wisata Kuliner atau Makan-Makan 2. Piknik atau Jalan-Jalan 3. Lagu Anak/ Lagu Nasional/ Lagu Daerah Fokus channel Saddha Story yang digawangi langsung oleh Ical & Sasha ini memang lahir sebagai bentuk keprihatinan, banyaknya channel youtube yang dibawakan anak-anak, tapi isinya kurang ramah anak. Misal hanya sekedar lucu-lucuan saja, tanpa ada unsur edukatifnya. 

Wisata Kuliner Soto Bangkong, Soto Legendaris Kota Semarang

Punya kesempatan mengunjungi Semarang lagi setelah sekian lama, tentu saja saya gak pengen melewatkan begitu aja untuk berwisata kuliner di kota yang terkenal dengan tahu petis dan lunpianya itu. Tapi tahukah, kalau ternyata Semarang ini juga terkenal dengan wisata kuliner sotonya? Tinggal di kota Semarang selama kurang lebih 5 tahun, Almarhum Bapak saya sering mengajak kami sekeluarga berwisata kuliner, yang paling sering yaaa soto! Jadilah ketika sampai Semarang, berbekal google maps serta melewati jalanan yang membangkitkan memori masa kecil. Pencarian Soto Ijo Dokter Cipto Awalnya, saya mengajak suami untuk mencari lokasi Soto Ijo yang ada di jalan Dokter Cipto Semarang. Berusaha patuh dengan google maps, tapi ternyata gak ketemu, meski sempat muter sampai 2x putaran. Duh, padahal Soto Ijo ini termasuk yang legendaris, dan semacam saya masih ingat benar gimana tastenya yang super enak dan nagih! Oke lah, karena kami sekeluarga udah kelaperan, jam pun sudah makin beranjak ...

WIsata Kuliner Halal di Jalan Suryakencana Bogor

Setiba di Bogor akhir bulan November lalu, saat pergi hanya berdua dengan suami , maka sesampai stasiun lanjut jalan kaki ke Onih hotel tempat kami menginap . Istirahat dan sholat Ashar sebentar, lalu mulai hunting kuliner Bogor. Mmm kemana ya? pintu gerbang jalan suryakencana bogor Setelah searching, maka kami pun menuju kawasan Pecinan yaitu di jalan Suryakencana . Tentu di kawasan Pecinan ini menawarkan aneka kuliner baik halal maupun tidak halal. Bahkan beberapa tempat makan, memberi informasi di pintu masuk, bahwa tempatnya tersebut hanya menjual makanan halal. Meski sudah makan siang di rumah, saat perjalanan dari Jakarta ke Bogor, rupanya meski belum tiba waktunya jam makan malam, saya dan suami sudah kelaperan aja nih. Mungkin faktor jalan kaki dari stasiun ke hotel, terus dari hotel ke jalan Suryakencana . Ya kira-kira 2-3 kilometer. Nah gimana mau kurus, kalori baru aja terbakar maksimal, udah mau diisi lagi :P Ya, tapi kan baru liburan nih, masa gak menikmati mak...