Skip to main content

Grojogan Sewu Tawangmangu, Asyikkk Banget!

Cerita tentang Tawangmangu, masih ada satu lagi  yaaa, dan pastinya ini juga cukup spesial, karena tempat wisata ini, pasti udah  banyak yang tau, atau malah beberapa ada yang udah pernah singgah berlibur bersama keluarga

Namanya Grojogan Sewu, tingginya sekitar 81 meter, dan ketika Ical dan Sasha datang, sudah padat oleh orang yang berada di sisi air terjun. Kata Bunda, kalau jaman dulu, orang-orang bisa langsung mandi dan berenang di bawah air terjun, tapi sekarang gak boleh, tentunya karena alasan keamanan. 
Air terjun Grojogan Sewu terletak di lereng Gunung Lawu. Grojogan Sewu terletak sekitar 27 km di sebelah timur Kota Karanganyar. Air terjun Grojogan Sewu merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu. Grojogan dalam bahasa Jawa berarti air terjun dan sèwu berarti seribu. Sehingga Grojogan Sèwu berarti air terjun seribu. Meski air terjun di sini tidak berjumlah seribu, tetapi ada beberapa titik air terjun yang dapat dinikmati di sini. Kata sewu atau seribu disini berasal dari seribu pecak, atau satuan jarak yang digunakan saat itu yang merupakan tinggi air terjun. Satu pecak sama dengan satu telapak kaki orang dewasa (wikipedia). 


Meski harus naik 1250 anak tangga, Ical & Sasha seneng banget, karena tetap bisa bermain di sungai kecil sekitar air terjun. Ya meski tidak bisa terlalu dekat, tapi tetepp loh airnya dinginnnnn, brrrrr. Dan jernihnya ituuu lohhh! Suegerrrrrr!


Ical juga sempat naik flying fox, yahhh tapi Sasha belum berani nih, jadi belum ikutan naik. Nah ini, adalah foto Ical melewati jembatan jaring setelah Ical naik flying fox (videonya udah terhapus di hape Ayah Bunda)


Naik kuda juga termasuk salah satu pilihan Duo Saddha ini untuk menikmati indahnya pemandangan dan sejuknya Tawangmangu.


Nah, buat teman-teman yang juga pengen berwisata bersama keluarga, bisa menjadikan Tawangmangu sebagai pilihan, karena udaranya enak banget buat piknik, jalan-jalannya juga seru  dan asyik banget dengan keragaman lokasi wisata yang menarik. 

Comments

Popular posts from this blog

Wisata Kuliner Soto Bangkong, Soto Legendaris Kota Semarang

Punya kesempatan mengunjungi Semarang lagi setelah sekian lama, tentu saja saya gak pengen melewatkan begitu aja untuk berwisata kuliner di kota yang terkenal dengan tahu petis dan lunpianya itu. Tapi tahukah, kalau ternyata Semarang ini juga terkenal dengan wisata kuliner sotonya? Tinggal di kota Semarang selama kurang lebih 5 tahun, Almarhum Bapak saya sering mengajak kami sekeluarga berwisata kuliner, yang paling sering yaaa soto! Jadilah ketika sampai Semarang, berbekal google maps serta melewati jalanan yang membangkitkan memori masa kecil. Pencarian Soto Ijo Dokter Cipto Awalnya, saya mengajak suami untuk mencari lokasi Soto Ijo yang ada di jalan Dokter Cipto Semarang. Berusaha patuh dengan google maps, tapi ternyata gak ketemu, meski sempat muter sampai 2x putaran. Duh, padahal Soto Ijo ini termasuk yang legendaris, dan semacam saya masih ingat benar gimana tastenya yang super enak dan nagih! Oke lah, karena kami sekeluarga udah kelaperan, jam pun sudah makin beranjak ...

WIsata Kuliner Halal di Jalan Suryakencana Bogor

Setiba di Bogor akhir bulan November lalu, saat pergi hanya berdua dengan suami , maka sesampai stasiun lanjut jalan kaki ke Onih hotel tempat kami menginap . Istirahat dan sholat Ashar sebentar, lalu mulai hunting kuliner Bogor. Mmm kemana ya? pintu gerbang jalan suryakencana bogor Setelah searching, maka kami pun menuju kawasan Pecinan yaitu di jalan Suryakencana . Tentu di kawasan Pecinan ini menawarkan aneka kuliner baik halal maupun tidak halal. Bahkan beberapa tempat makan, memberi informasi di pintu masuk, bahwa tempatnya tersebut hanya menjual makanan halal. Meski sudah makan siang di rumah, saat perjalanan dari Jakarta ke Bogor, rupanya meski belum tiba waktunya jam makan malam, saya dan suami sudah kelaperan aja nih. Mungkin faktor jalan kaki dari stasiun ke hotel, terus dari hotel ke jalan Suryakencana . Ya kira-kira 2-3 kilometer. Nah gimana mau kurus, kalori baru aja terbakar maksimal, udah mau diisi lagi :P Ya, tapi kan baru liburan nih, masa gak menikmati mak...

Tips Mempersiapkan Travelling Dadakan

"Bun, ke Bromo yuk", ajak suami beberapa hari setelah lebaran. Reaksi saya, pertama senang, karena ini adalah pertama kali kami sekeluarga, utamanya saya dan anak-anak ke Bromo. Kedua, langsung mikir, segala persiapan yang harus segera tersedia, secara dadakan travelling kan ini? Yes, suami saya, tipe yang suka sekali mengajak liburan secara dadakan. Bisa 2-3 hari sebelumnya, ada ide, langsung ngajak. Di satu sisi, memang seru, tapi di sisi lain kadang bikin ribet. Lah kalau ribet, kenapa gak ditolak aja? Duh, saya ini penganut aliran yang percaya, namanya tawaran selama itu baik dan positif, sebaiknya disambut dengan positif juga. Belum tentu juga di lain waktu ada kesempatan yang sama seperti sekarang. Ini mumpung anak-anak masih liburan sekolah, suami juga belum masuk kerja, sepertinya travelling dadakan ke Bromo termasuk ide bagus. Pernah suatu ketika, suami dadakan ngajak ke Bogor. Itu ngajaknya malam hari loh, paginya langsung berangkat. Anak-anak sih hepi bang...